Tidak Harus Lulusan IT, Ini Tips Jitu Berkarir di Bidang Tech dan Artificial Intelligence dari Nol!
![]() |
| Pekerjaan di bidang tech semakin banyak peminatnya, beragam profesi yang berkaitan dengan Artificial Intelligence banyak bermunculan (Photo by Nicole Wolf on Unsplash) |
Apakah saat ini kamu berkarir di sektor non-IT dan sedang merasakan karirmu berjalan di tempat dengan gaji yang segitu saja, sementara perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus menggeser pekerjaanmu?
Memang tidak bisa dipungkiri jika perkembangan Artificial Intelligence (AI) memicu kekhawatiran sebagian besar para pekerja non-IT.
Namun dengan maraknya fenomena ini, mengapa tidak manfaatkan momentum ini untuk
memulai karir saja ke bidang tech?
Terlebih sekarang ini sudah banyak profesi di bidang tech yang
bermunculan berbasis Artificial Intelligence (AI), mulai dari Data Analyst, Data
Scientist, Cybersecurity Analyst, hingga Artificial Intelligence & Machine
Learning Engineer.
Meski memulai karir dari yang sebelumnya non-IT ke bidang tech tidaklah mudah dikarenakan perlu
mempelajari skill teknis, namun jika bidang ini ditekuni
dengan serius tentu akan membuka berbagai kesempatan untuk mendapatkan
kompensasi tanpa batas dari perusahaan.
Industri Teknologi dan Peluang Emas Menjadi Ahli Artificial Intelligence
Kemampuan dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI) kini
menjadi faktor yang menentukan nilai seseorang di dunia kerja, bahkan pekerja
yang mampu mengelola Artificial Intelligence (AI) berpeluang mendapatkan gaji hingga jabatan tinggi.
Jadi tidak heran jika kebutuhan industri akan tenaga ahli di
bidang tech yang menguasai Artificial Intelligence (AI) menawarkan kompensasi yang
jauh lebih tinggi, dikarenakan pemanfaatan bidang teknologi ini memang belum
diterapkan secara menyeluruh. Dan tentunya ini akan menjadi kesempatan besar
bagi kamu yang ingin memulainya.
Kerja di Bidang Tech Tanpa Gelar IT? Bisa!
Profesi Baru di Era Artificial Intelligence (AI)
Strategi Lolos Kerja di Bidang Tech Tanpa Background IT
Bidang tech menjadi bidang yang paling menjanjikan di dunia profesional saat ini. Kalau kamu punya keinginan career switch atau berkarir di perusahaan tech tapi terhambat latar belakang pendidikan. Tenang saja, tetap bisa kok! Sebab industri ini lebih menilai keterampilan daripada ijazah. Mari simak tips jitu tembus industri tech impian, murni dimulai dari nol!
1. Tentukan Bidang yang Ingin Ditekuni dan Mulai Pelajari Keterampilan Dasar yang Dibutuhkan
Profesi di bidang tech saat ini sangat banyak, seperti software development, cyber security, UI/UX design, atau data science dan Artificial Intelligence (AI). Setelah kamu tahu bidang yang sesuai dengan passion dan potensi karirmu. Maka langkah selanjutnya ialah melakukan riset mengenai prospek pekerjaan dan pelajari keterampilan dasar yang dibutuhkan.
Kamu bisa mempelajari dan memperdalam keterampian lewat tutorial di Youtube atau bisa juga lewat DQLab.
DQLab merupakan platform
edukasi pertama yang mengintegrasi fitur ChatGPT yang memudahkan pemula untuk
mengakses informasi mengenai data science secara lebih mendalam.
Kenapa harus belajar di DQLab?
Belajar di DQLab bisa membantu pemula yang ingin berkarir di
bidang tech lewat kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti pemahaman
Python, SQL, hingga visualisasi data, semuanya disajikan secara berjenjang dan
mudah diikuti.
Jika kamu ingin belajar dan memperdalam teori, kamu bisa melihat materi dan rekaman sesi yang bisa diakses selamanya dengan modul yang lengkap dan relevan sesuai kebutuhan industri.
Di DQLab, kamu tidak melulu belajar teori namun juga praktik langsung dengan tools yang biasa digunakan di dunia kerja. Tidak hanya itu, selama mengikuti kursus, kamu juga akan belajar tentang case study yang bisa dijadikan portfolio yang berguna untuk melamar kerja.
Fitur lain yang cukup menarik dari DQLab ialah fitur feedback secara real-time, sehingga jika kalian mencoba mengerjakan suatu code atau analisis data, fitur AI nantinya akan segera memberitahu saat ditemukan error dan lengkap beserta saran perbaikannya.
DQLab memberikan kemudahan untuk belajar kapanpun sesuai jadwal yang bisa diatur sendiri. Jadi, tidak perlu menyesuaikan jadwal dengan instruktur atau kelas tertentu. Selain itu, juga memungkinkan setiap individu untuk belajar dengan tempo mereka sendiri.
Tidak hanya itu, di DQLab kamu juga akan dibimbing secara intensif dan konsultasi bersama mentor dari awal hingga akhir program.
2. Bangun Portfolio Lewat Proyek Pribadi
Portfolio menjadi dokumen pendukung yang penting jika kamu
ingin melamar pekerjaan, karena lewat portfolio, seorang rekruter bisa melihat
hasil projek yang menujukkan kemampuan hingga pengalaman.
Bagi kamu yang belum memiliki pengalaman di bidang tech,
kamu bisa memasukan hasil projek portfolio selama kamu mengikuti bootcamp atau webinar.
Di dalam portfolio, kamu bisa menjelaskan projek yang
dikerjakan, tujuannya, tools yang digunakan, tantangan serta solusi yang
dihadapi. Perlu diingat bahwa portfolio yang baik bukan hanya menujukkan hasil
namun juga cara berpikir saat mengahadapi tantangan.
3. Cari Pengalaman Kerja Lewat Magang atau Freelance
Jika belum memiliki pengalaman di bidang tech sama sekali,
cobalah untuk memulai karir dari magang atau freelance. Hal ini diperlukan agar
kamu bisa lebih mengenal lingkungan kerja, mengembangkan keterampilan, dan juga
membangun koneksi.
4. Perluas Koneksi dan Bangun Personal Branding
Memperluas koneksi sangatlah penting untuk kamu yang ingin memulai karir di bidang tech. Kamu bisa memulainya dengan bergabung di komunitas teknologi, menghadiri acara yang membahas tentang teknologi, aktif membagikan konten atau ide bermanfaat mengenai teknologi lewat Linkedln atau media sosial profesional untuk membangun personal branding.
Jadi buat kamu yang ingin memulai karir sebagai Artificial Intelligence Engineer atau profesi lainnya bidang tech tapi dari lulusan non-IT, sangat mungkin diwujudkan. Kuncinya adalah mulai asah keterampilan dengan ikut pelatihan dan bangun portfolio lewat proyek mandiri. Yuk, segera daftar Bootcamp Machine Learning and AI for Beginner di DQLab.

menarik nih DQLab. anakku berminat banget serius di robotika dan salah satu yang dipelajari adalah AI. DQLab bisa untuk mulai usia berapa ya?
BalasHapusMinimal usia 17 tahun, bisa Mba Farida
HapusSebagai lulusan Sistem informasi sejujurnya saya pun sangat ingin bekerja di sektor IT, namun karena pengalaman bekerja belum ada di sektor spesifik tersebut jadi hanya bisa di lingkup digital marketing, socmed specialist, web administrator saja.
BalasHapusMenarik ya, kalau ikutan bootcamp di DQLab. Rencana switch karir ke bidang IT lebih terbuka. Step nya jelas juga.
Bootcamp di DQLab pasti bakal ngebantu banget buat bikin roadmap dan nambah portofolio teknis. Semangat terus buat switch karirnya!
HapusArtikelnya berat juga bagi saya yang bukan basic IT atau programer tapi sangat menarik bagi saya. Karena dunia tech ini sangatlah penting sekarang ini. Beruntung bagi yang ahli di bidang ini. Dari mengolah data mentah sampai menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Saya dan istri juga pengen anak-anak kami juga bisa terjun ke dunia tech ini karena menjanjikan sekali
BalasHapusIya nih dunia tech emang luar biasa potensinya sekarang. Mana sekarang banyak aplikasi belajar coding yang seru buat anak-anak mulai dari dasar. Semoga lancar ya rencananya, Pak Lazwardy
HapusNah, ini topik yang makin relevan banget sekarang. Dunia kerja berubah cepat, dan ternyata belajar teknologi atau AI nggak harus selalu dimulai dari latar belakang IT. Yang penting mau belajar pelan-pelan dan konsisten. Buat yang sedang kepikiran career switch, artikel ini bisa jadi teman ngobrol sekaligus penyemangat untuk mulai.
BalasHapusBetul banget! Setuju kalau kuncinya ada di konsistensi dan kemauan belajar. Zaman sekarang tools AI juga makin user-friendly, jadi siapa saja bisa coba.
HapusPortofolio ini mungkin bisa juga dimulai sejak kecil ya, karena makin banyak juga kursus sejak SD (atau lebih awal lagi bahkan?) yang berbasis teknologi informasi. Kalau makin awal dimulai mungkin basisnya jadi makin kuat dan makin kaya pengalamannya, tapi sebetulnya seperti Kakak sampaikan, bisa juga bahkan baru memulai setelah sebelumnya berkarier di bidang lain ya.
BalasHapusBetul, Mba Nirwanda. Mulai dari kecil itu bagus buat bentuk mindset, tapi switch career saat dewasa juga terbukti banyak yang sukses karena modal pengalaman kerja sebelumnya.
HapusMenarik banget pembahasannya, apalagi buat yang lagi kepikiran career switch ke dunia teknologi dan AI. Ternyata mulai dari nol nggak seseram yang dibayangkan, asal mau belajar bertahap dan konsisten.
BalasHapusBener banget! Kuncinya emang konsisten Pak Diaz
HapusKalau kepikiran untuk switch karier ke bidang IT, ternyata nggak harus selalu dimulai melalui bangku kuliah dan mundur sebentar untuk belajar dari awal ya. Belajar bidang spesifilk lalu ikut magang atau freelance buat naikin portofolio ternyata bisa juga.
BalasHapusBetul, bukti pernah bikin project atau kerja freelance maupun magang bisa nilai kuat buat modal pindah jalur karier
HapusTernyata yang demikian bisa dipelajari yaa, apalagi belakangan ini ada banyak platform belajar yang bisa kita ikuti course/kelasnya. Benar-benar definisi di mana ada kemauan, di situ ada jalan.
BalasHapusBetul, hal penting niat dan konsisten, pasti lama-lama bisa
HapusSemangat! Jaman sekarang saya juga melihat yang kuliah jurusan apa, eh pas. Diangkat PPPK kok ga sesuai jurusannya
BalasHapusIbarat perekrutan reporter, mau sarjana apa saja selagi berani dan atraktif
Betul banget! Sekarang yang penting skill, mental, dan cara komunikasi. Jurusan kuliah sering cuma buat syarat masuk saja
HapusSudah terbayang keseruan jika terpilih menjadi salah satu peserta Bootcamp Machine Learning & AI for Beginner dari DQLab.
BalasHapusSemoga mbak Sharfina juga bisa menuliskan keseruan tsb di artikel terpisah. Bakal highly recommend buat disimak putra saya yg ambil Bisnis Digital di sekolah kejuruannya