 |
| Rombongan Familiarization Trip Jakarta Timur Berfoto di Jakarta Gems Center (Dok.Sudin Parekraf Jaktim) |
Kawasan di timur Jakarta mungkin terkenal soal kemacetan, tapi ternyata pandangan tersebut sirna setelah Sabtu (22/6) lalu aku ikutan familiarization trip bersama Sudin Parekraf Jakarta Timur.
Bersama rombongan finalis Abang None 2025 serta tamu undangan, kami berkumpul di Museum Taman Benyamin Sueb yang letaknya persis di depan Stasiun Jatinegara.
 |
| Museum Taman Benyamin Sueb (Dok.Pribadi) |
Di Lokasi pertama ini, peserta dibagi menjadi ke dalam 3 kelompok. Dan aku tergabung ke dalam kelompok yang dipandu oleh Mba Risa.
Di depan Museum Taman Benyamin Sueb ini, Mba Risa menjelaskan jika Taman Benyamin Sueb merupakan area bekas Kodim 0505 Jatinegara yang diresmikan pada 22 September 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan.
 |
Koleksi penghargaan hingga pakaian pribadi Benyamin Sueb (Dok.pribadi) |
Saat memasuki Museum Taman Benyamin Sueb, di sana terdapat barang peninggalan almarhum Benyamin, mulai dari pakaian yang ia pernah kenakaan saat pentas, puluhan penghargaan dari bidang musik hingga film, dan terdapat juga foto-foto Benyamin Sueb dari masa kecil hingga saat menjadi tokoh terkenal.
Di Taman Benyamin Sueb itu juga terdapat area terbuka layaknya sebuah taman, dan bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.
Sekitar jam 09.00 WIB, romobongan kami berjalan ke Jakarta Gems Center yang jaraknya 350 meter dari Museum Taman Benyamin Sueb.
 |
| Penjual batu akik di Jakarta Gems Center (Dok.pribadi) |
Sekilas dari luar nampak seperti pasar pada umumnya, namun saya baru tahu ternyata tempat ini merupakan pasar batu akik terbesar di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara, bahkan pembelinya sampai mancanegara.
Sepanjang memasuki pasar, kanan kiri kami berjejer toko-toko yang menjual bermacam-macam jenis batu akik, dengan harga ratusan hingga puluhan juta rupiah.
 |
| Kartu keaslian cincin akik (Dok.pribadi) |
Di pasar batu akik ini juga menyediakan jasa pembuatan cincin custom, pemolesan, cutting batu, hingga perawatan batu dengan teknik profesional.
Berada di tengah pasar, kami pun dibawa untuk melihat proses pembuatan batu akik, dari mulai bahan mentah hingga menjadi cincin.
 |
| Proses pembuatan cincin akik (Dok.pribadi) |
Selesai melihat proses pembuatan batu akik, kami pun menuju destinasi selanjutnya yaitu Taman Makam Pangeran Jayakarta. Karena lokasinya agak jauh, kami pun berangkat menggunakan bus.
Lokasi Makam Pangeran Jayakarta bersebelahan dengan Masjid As Salafiah, yang berlokas di Jalan Jatinegara Kaum. Memasuki kawasan masjid, tepat di sebalah kiri terdapat sebuah pendopo. Dan di pendopo yang berukuran 10×10 meter itu, terdapat lima makam. Salah satu makam tersebut merupakan makam Pangeran Jayakarta.
 |
| Taman Makam Pangeran Jayakarta (Dok.pribadi) |
Masih di area yang sama yaitu di atas Masjid As Salafiah, kami pun melihat Galeri Budaya Jayakarta yang baru dibuka untuk umum. Di sana terdapat koleksi pribadi hingga silsilah keluarga Pangeran Jayakarta.
 |
| Koleksi Galeri Budaya Jayakarta (Dok.pribadi) |
Berasa di samping Masjid As Salafiah, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Agroeduwisata Jayakarta. Hadirnya Taman Agroeduwisata ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.
 |
| Taman Agroeduwisata Jayakarta (Dok.pribadi) |
Waktu kami ke sana, kami mendapatkan edukasi mengencai cara menanam cabai.
Tepat di sebelah Taman Agroeduwisata Jayakarta terdapat Saung Budidaya Maggot. Adapun tujuan budidaya maggot untuk mengurangi sampah organik dengan jalan dibudidayakannya magot untuk memakan sampah organik.
Di saung ini, rombongan pun diajak untuk melihat tempat penyimpan puva hingga bak penampungan belatung maggot.
Selesai melakukan agoeduwisata, kami pun berangkat ke Taman Mini Indonesia Indah. Namun, sebelum mengitari anjungan, kami pun istirahat dulu.
Sekitar jam 13.00 WIB, rombongan pun mulai walking tour ke Taman Mini Indonesia Indah. Spot pertama yang kami kunjungi yaitu Menara Pandang Saujana.
 |
| Pemandangan dari Menara Pandang Saujana (Dok.pribadi) |
Menara pandang di TMII terdiri dari enam lantai dan puncak menara bisa diakses melalui tangga dan lift. Sayangnya hari itu liftnya mati, jadi yang mau ke lantai atas, harus naik tangga.
Meski capek naik tangga, namun setelah tiba di lantai paling atas, rasa puas pun terasa karena kita bisa melihat Taman Mini Indonesia Indah lebih jelas dan di sini cocok banget buat berfoto-foto.
Setelah dari Menara Pandang Saujana, kita mengunjungi ke beberapa Anjungan, mulai dari Anjungan Sumetara Barat, Aceh, Sumatera Utara, dan Museum Indonesia. Namun hari itu kami tidak masuk ke dalam, jadi hanya foto-foto saja dari luar.
 |
| Anjungan Aceh (Dok.pribadi) |
Acara pun diakhiri dengan coffee break di Anjungan DKI Jakarta. Di sini, kami melihat Tari Nandak Ganjen Betawi yang ditampilkan oleh adik-adik sanggar.
 |
| Tari Nandak Ganjen Betawi (Dok.pribadi) |
Komentar
Posting Komentar