Langsung ke konten utama

Unggulan

Tidak Harus Lulusan IT, Ini Tips Jitu Berkarir di Bidang Tech dan Artificial Intelligence dari Nol!

  Pekerjaan di bidang tech semakin banyak peminatnya, beragam profesi yang berkaitan dengan Artificial Intelligence banyak bermunculan (Photo by Nicole Wolf on Unsplash) Apakah saat ini kamu berkarir di sektor non-IT dan sedang merasakan karirmu berjalan di tempat dengan gaji yang segitu saja, sementara perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus menggeser pekerjaanmu? Memang tidak bisa dipungkiri jika perkembangan Artificial Intelligence (AI) memicu kekhawatiran sebagian besar para pekerja non-IT. Namun dengan maraknya fenomena ini, mengapa tidak manfaatkan momentum ini untuk memulai karir saja ke bidang tech ? Terlebih sekarang ini sudah banyak profesi di bidang tech yang bermunculan berbasis Artificial Intelligence (AI), mulai dari Data Analyst, Data Scientist, Cybersecurity Analyst, hingga Artificial Intelligence & Machine Learning Engineer. Meski memulai karir dari yang sebelumnya non-IT ke bidang tech  tidaklah mudah dikarenakan perlu mempelajari skill teknis, na...

Menyusuri Setiap Sudut Pasar Meester Jatinegara

 

Walking tour ke Pasar Meester Jatinegara (Dok.Jakata Good Guide)

Belum lama ini aku mengikuti walking tour ke Pasar Meester Jatinegara bersama Jakarta Good Guide. Aku mengambil walking tour di hari Sabtu dan para rombongan diharuskan tiba di dekat patung monumen perjuangan Jatinegara, sebelah halte Transjakarta Matraman Baru pukul 09.00 WIB.

Setelah peserta semua lengkap, para tour guide mulai membagikan kelompok menjadi 3 bagian. Dan aku masuk tim 1 yang dipandu oleh Mas Pam Pam.

Sebelum memulai tur, Mas Pam Pam bertanya terlebih dahulu kepada para peserta tur yang hadir terkait budget yang akan dihabiskan selama mengunjungi Pasar Meester Jatinegara. Berhubung ini kali pertama aku mengikuti tur ini dan kaget dengan pertanyaan tersebut, maka aku jawabnya sejumlah 100 ribu, tapi yang let see bakal habis berapa.

Setelah semua peserta menjawab pertanyaan dari Mas Pam Pam, kami pun langsung diajak berfoto terlebih dahulu di Monumen Perjuangan Jatinegara. Monumen tersebut dibangun sebagai bentuk gambaran rangkaian perjuangan rakyat melawan penjajah pada masa revolusi kemerdekaan.

Berfoto di Monumen Perjuangan Jatinegara (Dok.Jakata Good Guide) 

Perjalanan pun berlanjut ke Kantor Pos Jatinegara. Meski bangunan tersebut terlihat usang, namun Kantor Pos Jatinegara merupakan saksi bisu perjalanan Sejarah Jakarta Timur. Bahkan, hingga kini pun kantor pos tersebut masih menerima layanan pengiriman surat hingga paket.

Kantor Pos Jatinegara (Dok.pribadi)

Nah selanjutnya wisata kuliner deh. Spot pertama yang kita kunjungi ialah Sate Keroncong. Berlokasi di jalan Jl. Matraman Raya No.224 170 meter dari Kantor Pos Jatinegara, warung sate ini menyediakan olahan kambing yang dibuat menjadi sate, gulai, dan juga tongseng.

Dinamakan Sate Keroncong, karena persis di depan warungnya terdapat alunan musik keroncong yang dimainkan oleh pengamen.

Sate Keroncong di Pasar Meester Jatinegara (Dok.pribadi)

Setelah itu, kita mampir  membeli Cakweh Par yang letaknya di gang Tai. Di sini, tidak hanya menjual cakweh namun juga ada roti bantal. Harga per porsi cakweh dan kue bantal Rp 2.500 per biji.

Kemudian tidak jauh dari gang Tai, ada juga penjual combro dan misro terkenal namanya Ibu Aminah. Tapi sayang enggak bisa beli karena pas sampai sana jualannya sudah habis diborong pembeli. Oh iya, untuk harganya sendiri Rp 3.500 per biji ya.

Meski hujan turun cukup deras, kita pun tetap melanjutkan ke Gelora Bakery. Toko yang sudah berdiri sejak 1950-an ini merupakan toko roti legendaris yang ada di Jakarta. Toko ini menjual varian cookies dan juga roti yang harganya mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah.

Kata Mas Pam Pam selaku tour guide, kalau ke Gelora Bakery coba untuk pesan roti smoke beef, karena menurutnya rasanya yang paling enak dibandingkan dengan varian yang lain.

Beli roti sudah, nah lanjut deh kita mampir ke Siomay Wawa yang merupakan kuliner legendaris juga di Jatinegara. Ketika kita ke sana, siomay ini juga sudah habis, mungkin karena viral juga di TikTok.  

Untungnya, Mas Pam Pam sempat pesan terlebih dahulu via WA, alhasil kita pun bisa mencicipinya. Untuk harga Siomay Wawa Rp 20.000 per porsi yang isinya 5 biji.

Karena dari tadi yang didatangi serba makanan, nah setelah itu kami mampir ke Kopi Bis Kota. Ini juga merupakan toko kopi legendaris yang ada di Jatinegara.

Kopi Bis Kota (Dok.pribadi)

Kopi Bis Kota awalnya dikenal dengan nama Kopi Terompet. Namun kemudian berubah menjadi Kopi Bis Kota sejak tahun 1943 silam. Nah di toko kopi ini, penjual menjual ragam jenis kopi dari jenis Robusta hingga Arabica.

Terakhir, kita pun mampir minum Es Tebak khas Padang di Gang Senggol. Isian dari Es Tebak sendiri meliputi tape, cincau, kolang kaling, cendol, sirup, dan juga es serut. Harganya Rp 12.000 per porsi.

Es Tebak Pasar Meester Jatinegara (Dok.pribadi)



Komentar